Senin, 16 Mei 2011

Kala senja memanggil …..





Hela nafasku tersendat oleh dahaga yang mendulang
Sisi-sisi kehidupan terasa gelap
Amarah dan tangis membayangi rentetan tragedi esok
Menyongsong ke kehidupan yang lebih baik
Meskipun hanya sedetik, sejengkal harap tetap terus diburu
Rasa haru dan sakit terasa memaksa senja ini
Karena esok belum tentu menjadi lebih baik
Karena hari ini memang kurang baik
Apalagi hari depan
Dan akankah tetap berjalan pada batas-batas kewajaran
Atau menyesuaikan dengan kedaaan
Jikalau ada harap kan terjulang
Jikalau kesempatan memanggil
Jikalau ulang masih memberi harap
Akan kesempatan yang tak pernah terulang
Dan akupun masih tertunduk pada sebuah keadaan..


Sabtu, 26 Maret 2011

Suara-suara.. Mereka kembali..!!



Suara-suara..  


mereka kembali..!!
Mereka tak membiarkanku tidur..
Mereka berbicara banyak..
Mereka berbicara satu sama lain menjawab,menalar ...

Aku  lelah..
Bahkan ketika aku tertidur aku tahu konferensi di pikiranku masih berlangsung..
Berbicara satu sama lain.. di kepalaku..!!


Bangsat..!!
Aku mengganggu mereka..
Harap tetap tenang dan biarkan aku tidur, Kumohon..!!
Tenang..
aku mencoba  fokus pada sesuatu yang lain,
suara.. pikiran... sebuah kata ... 

seperti cairan kental lambat percakapan lain mengalir keluar lagi...
terkadang aku takut.. 
takut akan sesuatu yang menenangkan..
takut akan sesuatu yang tak akan pernah berakhir..
takut akan sesuatu yang tidak dapat ditangkap akal sehatku..
sesuatu yang akan terjadi nanti..

Seperti debu yang berselaras menyatu di bawah tempat tidurku..
Seperti usia yang merambat naik..


menempatkan lengannya di sekitar leherku  dengan  lembut..
Seperti usia lamanya pertemananku.. baik menyenangkan bijaksana seperti biasanya..
Seperti mengingat lembutnya bau udara..
melihat bentangan surya kebiruanangkasa..

aku sadar..
hanya aku teman terbaik untuk diriku sendiri..
diriku mencintai AKU..
selalu ada untuk ku..
semua perjalanan yang telah akau lalui..
kesepian ego ke AKUanku..

aku mencintai AKU..
apakah ini sama dengan malapetaka tidurku?
yang berteriak tentang ketakutan di alam bawah sadarku..
Perdebatan membela ku ketika aku merasa begitu kehilangan..
merasa tersakiti dan menyakiti..
Ketika aku menangis untuk keadilan... 
haruskah aku menjawab pertanyaanku sendiri..??

Pengemis di jalan-jalan yang beruntung dan dicintai.

Sabtu, 19 Februari 2011

Bukan Roman Taik Kucing..!!!





apa aku bisa menjadi salah satu alasanmu terus berada disampingku??

mungkin saja kau tak perlu membekukan ice cream itu..
sudah waktunya dia mencair..

mungkin perlu kupinjamkan beberapa  topengku untuk mengganjal roman mu..
ambillah beberapa..
sudah banyak ku punya,,
dan semua tercipta dengan sempurna tanpa cela..

kau fikir aku suka apa yang ku bicarakan di belakangmu,
itu tak semudah yang kau fikirkan kasihku..
hanya saja aku seperti kembali menguliti luka lamaku yang tak pernah kering..

aku selalu ingin mengungkapkan cintaku padamu..
karna jari kita tak pernah bersentuhan seperti dulu.,.
ketika cela-cela jari jemari kita tersisip makna cinta diantaranya..
aku ingin kau tau betapa detak jantungku begitu menggebu tiap aku mengingatmu..
hanya sedikit mengurangi tangguh itu..

aku tak meragu,,
tak juga rapuh,,
wajahmu selalu menghiasi layar di hadapanku,,
sekedar menatapmu malu-malu seolah-olah kau juga melihatku..

yahh,, setidaknya  roman ku ini tak seperti roman taik kucingmu Sayangku..
ini lebih seperti roman ice cream yang kau bawa  di depan pagar rumah ku..